Boven Digoel :Penerapan Pengambilan Suara Kembali (PSU) Pemilihan kepala daerah Boven Digoel yang direncanakan pada Agustus 2025 kedepan mengambil alih lagi perhatian public. Figur warga Boven Digoel, Ferdinandus Letsoin, sampaikan keinginan supaya PSU ini kali menjadi yang paling akhir dan tidak terulang lagi di masa datang.
Menurut Ferdinandus, penerapan PSU yang berulang-ulang memperlihatkan ada beberapa hal yang penting dipelajari dengan lengkap. Dia mengharap semua pihak berkaitan, khususnya parpol, Bawaslu, dan KPU, lebih memerhatikan keadaan dan hati warga Boven Digoel yang merasa capek lewat proses politik yang tetap berulang-ulang.
“Beberapa kegiatan politik sudah memberi warna cuaca Kabupaten Boven Digoel, hingga warga cuma konsentrasi pikirkan masalah PSU,” tutur Ferdinandus saat dijumpai di Tanah Merah, Rabu (25/6/2025).
Dia mengutarakan jika sebagai masyarakat Boven Digoel, dianya benar-benar mengharap supaya PSU ini kali menjadi yang paling akhir. Menurut dia, penerapan PSU berulang-ulang bukan hanya banyak memerlukan energi warga, tapi juga berpengaruh pada roda ekonomi wilayah yang terhalang karena ketidakjelasan politik.
Menyikapi pengurangan keterlibatan warga dalam PSU, Ferdinandus menggerakkan supaya semua komponen, khususnya partai politik, Bawaslu, dan KPUD, terus menghidupkan semangat warga untuk selalu salurkan hak pilihan pada 6 Agustus 2025.
“Warga harus terus didorong supaya memakai hak pilihan mereka untuk pilih pimpinan definitif yang sanggup bawa peralihan riil untuk Boven Digoel 5 tahun di depan,” jelasnya.
Ferdinandus memperjelas jika kesuksesan PSU bukan hanya ditetapkan oleh pelaksana, tapi juga oleh keterlibatan aktif semua warga dalam menjaga demokrasi yang sehat dan bermartabat.