Boven Digoel: Berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boven Digoel dengan cara resmi melepaskan 25 peserta Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi di kota study setiap Selasa (15/7/2025)
Dalam info yang dikatakan Musa Wandengge sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boven Digoel ungkap, proses penyiapan pemberangkatan peserta sudah lewat tingkatan yang terancang dan sama sesuai ketetapan. Beberapa peserta awalannya ikuti test masuk perguruan tinggi lewat cara online sesuai syarat dari tiap-tiap universitas masing-masin, dan semuanya sudah dipastikan lulus.
Sesudah dipastikan lulus, peserta diberangkatkan ke Merauke untuk ikuti pembekalan sepanjang 2 hari, sebelumnya terakhir direncanakan pergi ke kota study setiap di tanggal 17 Juli 2025.
“Semua proses ini adalah sisi dari tanggung-jawab bersama di antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Boven Digoel. Kami pastikan semua keperluan sepanjang proses awalnya sampai pemberangkatan dijamin penuh oleh pemerintahan,” tutur Kepala Dinas.
Awalannya, jumlah pelajar yang hendak diberangkatkan sekitar 30 orang. Tetapi, lima salah satunya memundurkan diri, hingga yang diberangkatkan ini hari ialah 25 pelajar. Mereka akan meneruskan study di beberapa jalur dan fakultas yang sudah mereka tentukan dan ikutinya proses penyeleksian lewat cara online.
Pemda menyimpan keinginan besar ke beberapa peserta didik yang menerima beasiswa ADIK supaya bisa jalani pendidikan dengan benar-benar dan bawa lagi hasil yang membesarkan hati, baik untuk keluarga atau untuk wilayah Boven Digoel.
“Kami mengharap 25 beberapa anak terbaik ini dapat tempuh pendidikan secara baik, dan pulang bawa hasil yang memberikan kepuasan. Jangan kecewakan orangtua dan jangan kecewakan wilayah yang telah memberikan dukungan kalian,” jelasnya.
Program Beasiswa ADIK sendiri adalah bentuk riil perhatian pemerintahan untuk pastikan akses pendidikan tinggi yang sama dengan, khususnya untuk beberapa anak asli Papua. Cara ini diharap bisa tingkatkan kualitas sumber daya manusia di Kab. Boven Digoel, sekalian membuat angkatan penerus yang siap membuat wilayahnya sendiri di masa datang.