Boven Digoel: Penemuan kasus HIV di Kabupaten Boven Digoel sampai tengah tahun 2025, sudah capai angka 329 kasus. Data ini digabungkan semenjak pencatatan kasus HIV diawali di tahun 2009.
Pengakuan itu dikatakan dr. Yuki, satu diantara dokter di RSUD Boven Digoel, yang aktif terturut dalam pengendalian HIV/AIDS di wilayah. Dia memperjelas, angka itu belum menggambarkan keseluruhnya pasien, karena ada banyak kasus HIV yang masih belum teridentifikasi atau disampaikan dalam masyarakat.
“Pengalaman dari kami, ada kemungkinan banyak masyarakat yang masih belum sadar atau takut lakukan pemeriksaan kesehatan berkaitan HIV. Oleh karenanya, kasus yang terdata cuma beberapa kecil dari keseluruhnya,” kata dr. Yuki, Senin (23/6/2025).
Menurut dia, kesadaran dan keaktifan warga untuk lakukan pemeriksaan kesehatan dengan teratur penting. Ini dalam usaha penangkalan dan pengendalian HIV/AIDS.
Dengan mendeteksi dini, penyembuhan bisa selekasnya dilaksanakan hingga kualitas hidup pasien dapat semakin terbangun. Dia menghimbau supaya stigma negatif pada pasien HIV bisa dikurangkan supaya warga tidak takut untuk memeriksa diri dan memperoleh penyembuhan.
Pemda dan sarana kesehatan, terus berusaha tingkatkan publikasi dan akses test HIV yang gampang dan rahasia. Data kasus yang tetap semakin bertambah, ini menjadi signal untuk seluruh pihak supaya bersama perkuat program penangkalan, pembelajaran, dan penyembuhan HIV di Boven Digoel.