Boven Digoel: Kasus stunting di Kabupaten Boven Digoel tetap menjadi rintangan serius. Sekretaris Team Pendorong PKK Boven Digoel, Maria Kambandum, memperjelas jika pengatasan stunting bukan tanggung-jawab satu lembaga saja, tetapi memerlukan bekerja sama lintasi bidang secara detail.
“Pengatasan stunting harus mengikutsertakan seluruh pihak. Angka kasus stunting di Boven Digoel bukanlah turun, malah semakin meningkat. Oleh karenanya, diperlukan kerjasama dan kolaborasi dari beragam bidang untuk menangani persoalan ini,” ungkapkan Maria Kambandum saat dijumpai pada Minggu, 13 Juli 2025.
Maria menerangkan, dinas kesehatan mempunyai peranan penting pada pengadaan service kesehatan dan nutrisi. Tetapi, lembaga tehnis yang lain juga sangat penting, termasuk dalam faktor sanitasi, pendidikan skema asuh, sampai pengadaan air bersih.
Dia menggerakkan Team Pemercepatan Pengurangan Stunting (TPPS) Kabupaten Boven Digoel agar semakin intens dalam membuat koordinir lintasi bidang dan menggagas pergerakan bersama buat “meng kerubut” masalah stunting.
“Kerjasama ini penting supaya interferensi stunting, baik yang memiliki sifat detil atau peka, bisa digerakkan dengan lengkap dan berkesinambungan,” terangnya.
Interferensi detil yang diartikan, diantaranya, mencakup pemberian makanan tambahan, suplementasi nutrisi, dan imunisasi. Dan interferensi peka meliputi pembaruan sanitasi lingkungan, akses air bersih, dan pembelajaran ke orangtua berkenaan skema asuh anak yang akurat.
Selanjutnya, Maria mengharap supaya data dan info tentang stunting bisa terpadu secara baik antara lembaga, hingga beberapa program yang direncanakan jadi lebih pas target dan efektif.
“Koordinir dan kerjasama perlu diperkokoh untuk masa datang angkatan penerus Boven Digoel yang sehat dan bebas stunting,” tutupnya.